[Easy] 11 nama bahasa daerah banjar terbaru lengkap

Pada artikel ini kami akan menjelaskan nama bahasa daerah banjar Kamu bisa cek penjelasan lengkap dari kami. Karena kebetulan kami pernah mengalaminya dan ingin sharing di artikel ini.

Bahasa Banjarبهاس بنجرDibicarakan diIndonesiaMalaysiaWilayahKalimantan Selatan (Indonesia),[1] MalaysiaJumlah penutur5.900.000 (tidak benar tanggal)Rumpun bahasaSistem penulisanJawiLatinKode-kode bahasaISO 639-1-ISO 639-2-ISO 639-3Either:bjn – bahasa Banjarbvu – bahasa Bukit

Bahasa Banjar (Jawi: بهاس بنجر) adalah sebuah bahasa Austronesia yang dipertuturkan oleh suku Banjar di Kalimantan Selatan, Indonesia, sebagai bahasa ibu.[2][3][4]

Bahasa Banjar termasuk dalam daftar bahasa dominan di Indonesia.[5] Bahasa Banjar merupakan anak cabang bahasa yang dijadikan bertambah sempurna dari Bahasa Melayu. Asal bahasa ini berada di provinsi Kalimantan Selatan yang terbagi atas Banjar Kandangan, Amuntai, Alabiu, Kalua, Alai, dan lain-lain. Bahasa Banjar dihipotesiskan sebagai bahasa Melayik, seperti halnya bahasa Minangkabau, bahasa Betawi, bahasa Iban, dan lain-lain.[6][7]

Selain di Kalimantan Selatan, Bahasa Banjar yang semula sebagai bahasa suku bangsa juga dijadikan lingua franca di kawasan lainnya, yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur serta di kawasan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, sebagai bahasa penghubung antar suku.[8] Di Kalimantan Tengah, tingkat pemertahanan bahasa Banjar cukup tinggi tidak sekedar bertahan di komunitasnya sendiri, bahkan menggeser (shifting) bahasa-bahasa orang Dayak.[9][10] Bahasa Banjar juga sedang digunakan pada sebagian pemukiman suku Banjar di Malaysia seperti di Kampung (Desa) Parit Abas, Mukim (Kecamatan) Kuala Kurau, Kawasan (Kabupaten) Kerian, Negeri Perak Darul Ridzuan.[11]

Bahasa Banjar jumlah dipengaruhi oleh bahasa Melayu, Jawa dan bahasa-bahasa Dayak.[12][13][14][15] Kecocokan leksikal bahasa Banjar terhadap bahasa lainnya yaitu 73% dengan bahasa Indonesia [ind], 66% dengan bahasa Tamuan (Malayic Dayak), 45% dengan bahasa Bakumpai [bkr], 35% dengan bahasa Ngaju [nij].[16] Hasil penelitian Wurm dan Willson (1975), hubungan kekerabatan selang Bahasa Melayu dan Bahasa Banjar mencapai angka 85 persen. Adapun kekerabatan dengan bahasa Maanyan sekitar 32 % dan dengan bahasa Ngaju 39 %, berdasarkan penelitian Zaini HD1.[17] Bahasa Banjar mempunyai hubungan dengan bahasa yang digunakan suku Kedayan (sebuah dialek dalam bahasa Brunei) yang terpisahkan selama 400 tahun dan bahasa Banjar sering pula dinamakan Bahasa Melayu Banjar.[18] Dalam perkembangannya, bahasa Banjar ditengarai merasakan kontaminasi dari intervensi bahasa Indonesia dan bahasa asing.[19] Bahasa Banjar berada dalam kategori cukup lepas sama sekali dari bahaya dari kepunahan karena sedang digunakan sebagai bahasa sehari-hari oleh warga Banjar maupun oleh pendatang.[20]. Walaupun terjadi penurunan penggunaan bahasa Banjar namun laju penurunan tersebut tidak sangat kentara.[21] Saat ini, Bahasa Banjar sudah mulai diajarkan di sekolah-sekolah di Kalimantan Selatan sebagai muatan lokal.[22] Bahasa Banjar juga memiliki sejumlah peribahasa.[23]

  • 1 Penyebaran
  • 2 Dialek
    • 2.1 Perbedaan
      • 2.1.1 Banjar Hulu
      • 2.1.2 Banjar Kuala
  • 3 Kosa kata
  • 4 Distribusi vokal dan konsonan
  • 5 Bahasa sastra dan wayang Banjar
  • 6 Tingkatan bahasa
  • 7 Bilangan
  • 8 Aksara
    • 8.1 Hikayat Banjar
  • 9 Pengaruh bahasa Jawa
  • 10 Varian bahasa Melayik Borneo Timur
  • 11 Perbandingan bahasa Banjar dengan varian bahasa Melayik Borneo Barat
  • 12 Kata serapan dari bahasa Eropa
  • 13 Lihat pula
  • 14 Rujukan
  • 15 Tautan luar

Penyebaran

Secara geografis, suku ini pada mulanya menempati hampir seluruh wilayah provinsi Kalimantan Selatan sekarang ini yang kesudahan dampak perpindahan atau percampuran penduduk dan daya upaya budinya di dalam anggota waktu berabad-abad, maka suku Banjar dan bahasa Banjar tersebar bertambah luas hingga ke daerah-daerah pesisir Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, bahkan jumlah didapatkan di beberapa tempat di pulau Sumatera yang kebetulan dijadikan pemukiman perantau Banjar sejak lama seperti di Muara Tungkal, Tembilahan, dan Sapat. [24]

Selain di pantai timur pulau Sumatera, bahasa Banjar bisa dijumpai juga pada perkampungan Suku Banjar[25]yang berada di pantai barat semenanjung Malaya di Malaysia Barat[26] (Perak Tengah, Krian, Pahang, Kuala Selangor, Batu Pahat, Kuala Lumpur[27], walaupun karena pertimbangan politik, suku Banjar di Malaya dinamakan sebagai orang Melayu, tetapi di luar wilayah Malaya, seperti di Sabah dan Sarawak misalnya di kawasan Tawau sedang menyebut dirinya suku Banjar.[28][29]

Menurut Cense,[30] bahasa Banjar dipergunakan oleh penduduk sekitar Banjarmasin dan Hulu Sungai. Dampak penyebaran penduduk, bahasa Banjar hingga di Kutai dan tempat-tempat lain di Kalimantan Timur.[31] Sedangkan Den Hamer[30] melokalisasi bahasa Banjar itu di samping kawasan Banjarmasin dan Hulu Sungai hingga pula ke kawasan pulau Laut (Kalimantan Tenggara) dan Sampit yang secara administratif pemerintahan termasuk provinsi Kalimantan Tengah sekarang ini.[30] Dibandingkan dengan perantau-perantau dari kawasan lain yang umumnya sedang mempunyai ikatan yang cukup kuat dengan kawasan asal maupun kerabat dari kawasan asal seperti perantau Minang, Bugis dan Madura, maka pola merantau suku Banjar berbeda. Perantau Banjar cenderung merantau hilang, yakni tak lagi menjalin kontak dengan orang-orang kawasan asal, tak jumlah surat menyurat dan tak jumlah pulang ke kawasan asal, namun tidak sama sekali meninggalkan kebanjarannya. Ciri kebanjaran yang mencolok yang cenderung dipertahankan orang Banjar adalah bahasa Banjar yang bisa dipertahankan dengan cara membangun permukiman khusus komunitas orang yang bersumber dari kawasan Banjar di tanah rantau, sehingga di dalam rumah tangga maupun kampung yang baru, mereka bisa mempertahankan bahasa Banjar, maka kebanjaran orang Banjar terutama sekali terletak pada bahasanya dan tanah cairan orang Banjar adalah bahasa Banjar.

Selama seseorang fasih memakai bahasa Banjar dalam kehidupan sehari-hari maka dia bisa dinamakan orang Banjar, tidak peduli apakah beliau kelahiran di Tanah Banjar atau bukan, berdarah Banjar atau bukan, dan sebagainya. Bahasa merupakan salah satu faktor kebanjaran disamping faktor lainnya seperti daya upaya budi dan lain-lain.[32]

Dialek

Kalau diamati pembicara-pembicara bahasa Banjar bisa diidentifikasi demikianlah keadaanya variasi-variasi dalam pengucapan ataupun perbedaan-perbedaan kosa kata satu golongan dengan golongan suku Banjar lainnya, dan perbedaan itu bisa dinamakan dialek dari bahasa Banjar yang mampu dibedakan selang dua dialek luhur[24][33] yaitu;

  • Bahasa Banjar Hulu Sungai/Bahasa Banjar Hulu
  • Bahasa Banjar Kuala

Dialek Banjar Kuala umumnya digunakan oleh penduduk asli sekitar kota Banjarmasin, Martapura dan Pelaihari. Sedangkan dialek Banjar Hulu adalah bahasa Banjar yang digunakan penduduk kawasan Hulu Sungai umumnya yaitu kawasan Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara (dan Balangan) serta Tabalong. Pemakai dialek Banjar Hulu ini jauh bertambah lapang dan sedang menunjukkan beberapa variasi subdialek lagi yang oleh Den Hamer[30] dinamakan dengan istilah dialek lokal yaitu seperti Amuntai, Alabiu, Kalua, Kandangan, Tanjung dan bahkan Den Hamer cenderung berpendapat bahwa bahasa yang digunakan oleh orang Bukit yaitu penduduk pedalaman pegunungan Meratus merupakan salah satu subdialek Banjar Hulu pula.[34][35] Dan mungkin subdialek sama berat Banjar Kuala maupun Banjar Hulu itu sedang jumlah lagi, kalau melihat jumlahnya variasi pemakaian bahasa Banjar yang sedang memerlukan penelitian yang bertambah cermat dari para pakar dialektrografi sehingga bahasa Banjar itu dengan segala subdialeknya mampu dipetakan secara cermat dan tepat. Berdasarkan pengamatan yang benar, pemakaian selang dialek luhur Banjar Kuala dengan Banjar Hulu bisa diamati paling tidak dari dua hal,[24] yaitu:

  1. Demikianlah keadaanya perbedaan pada kosa kata tertentu;
  2. Perbedaan pada bunyi ucapan terhadap fonem tertentu. Di samping itu benar pula pada perbedaan lagu dan tekanan meskipun yang terakhir ini bersifat tidak membedakan (non distinctive).[24][36]

Bahasa Banjar Hulu merupakan dialek asli yang digunakan di wilayah Banua Enam yang merupakan kesan Afdelling Kandangan dan Afdeeling Amoentai (suatu pembagian wilayah pada zaman pendudukan Belanda) yang meliputi kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong pada pembagian adiministrasi saat ini.

Puak-puak suku Banjar Hulu Sungai dengan dialek-dialeknya masing-masing relatif bersesuaian dengan pembagian administratif pada zaman kerajaan Banjar dan Hindia Belanda yaitu menurut Lalawangan atau distrik (Kawedanan) pada masa itu, yang pada zaman sekarang sudah berbeda. Puak-puak suku Banjar di kawasan Hulu Sungai tersebut misalnya :

  1. Orang Kelua dari kesan Distrik Kelua di hilir Kawasan Aliran Sungai Tabalong,Kabupaten Tabalong.
  2. Orang Tanjung dari kesan Distrik Tabalong di hulu Kawasan Aliran Sungai Tabalong, Kabupaten Tabalong
  3. Orang Lampihong/Orang Balangan dari kesan Distrik Balangan (Paringin) di Kawasan Aliran Sungai Balangan, Kabupaten Balangan
  4. Orang Amuntai dari kesan Distrik Amuntai di Hulu Sungai Utara
  5. Orang Alabio dari kesan Distrik Alabio di Hulu Sungai Utara
  6. Orang Alai dari kesan Distrik Batang Alai di Kawasan Aliran Sungai Batang Alai, Hulu Sungai Tengah
  7. Orang Pantai Hambawang/Labuan Amas dari kesan Distrik Labuan Amas di Kawasan Aliran Sungai Labuan Amas, Hulu Sungai Tengah
  8. Orang Negara dari kesan Distrik Negara di tepi Sungai Negara, Hulu Sungai Selatan.
  9. Orang Kandangan dari kesan Distrik Amandit di Kawasan Aliran Sungai Amandit, Hulu Sungai Selatan
  10. Orang Margasari dari kesan Distrik Margasari di Kabupaten Tapin
  11. Orang Rantau dari kesan Distrik Benua Empat di Kawasan Aliran Sungai Tapin, Kabupaten Tapin

Kawasan Oloe Soengai dulu merupakan pusat kerajaan Hindu, di mana asal mula perkembangan bahasa Melayu Banjar.

Perbedaan

Dialek merupakan variasi dari sebuah bahasa tertentu dan dibicarakan oleh sekumpulan warga bahasa tersebut. Dialek ditetapkan oleh fakor geografis (dialek kawasan) dan sosial (dialek sosial). Dialek sosial seperti bahasa baku, bahasa basahan (bahasa kolokial), bahasa resmi, bahasa tak resmi, bahasa istana, bahasa slanga (prokem), bahasa pasar, bahasa halus, bahasa kasar dan sebagainya.

Dialek kawasan berbeda dari segi:

  • Sebutan
    • Contoh: Perkataan gimit (pelan) dinamakan dalam berbagai dialek seperti gamat, gimit, gémét, gumut.[37]
  • Gaya (nada) bahasa
    • Contoh: Subdialek Kalua biasanya mempunyai sebutan yang bertambah panjang daripada Subdialek Banjarmasin.
  • Kelola bahasa
    • Contoh: kuriak-kuriak (dialek Banjar Kuala) dan kukuriak (dialek Banjar Hulu).[38]
  • Kosa kata
    • Contoh: hamput (Banjarmasin), tawak (Barabai), himpat (Kalua), hantup (Tanjung), tukun (Amuntai), tokon (Kumai)[39], tingkalung (Samarinda) definisinya lempar (Betawi: sambit).
    • Contoh: adupan (Banjarmasin), hidupan (Barabai), kuyuk (Kalua), kutang (Kandangan), duyu’(Paringin), asu (Marabahan), definisinya anjing.
  • Kata tukar diri
    • Contoh : kao (dialek utara Kalsel maksudnya kamu) dan nyawa (dialek selatan Kalsel bermaksud kamu)
    • Contoh : beliau (dialek utara Kalsel maksudnya dia) dan inya (dialek selatan Kalsel bermaksud dia)

Banjar Hulu

Dialek-dialek Bahasa Banjar Hulu[40] bersesuaian dengan kecamatan-kecamatan yang berpenduduk suku Banjar yang benar di Hulu Sungai, karena orang Banjar menyebut dirinya berdasarkan asal kecamatan atau banua masing-masing. Dialek-dialek tersebut selang lain :

Mengingat orang-orang Banjar yang berada di Sumatera dan Malaysia Barat mayoritas bersumber dari wilayah Hulu Sungai (Banua Enam), maka bahasa Banjar yang digunakan merupakan campuran dari dialek Bahasa Banjar Hulu menurut asal usulnya di Kalimantan Selatan.

Dialek bahasa Banjar Hulu juga bisa ditemukan di kampung-kampung (handil) yang penduduknya bersumber dari Hulu Sungai, seperti di kecamatan Gambut, Aluh Aluh, Tamban yang terdapat di wilayah Banjar Kuala.

Banjar Kuala

Dialek Bahasa Banjar Kuala yaitu bahasa yang meliputi Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, serta kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Karena kedudukannya yang strategis di sekitar sungai Barito, pemakaiannya bertambah luas hingga wilayah pesisir bidang tenggara Kalimantan yaitu kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru hingga ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Bahasa Banjar Kuala dibicarakan dengan logat datar tanpa intonasi tertentu, sah berbeda dengan bahasa Banjar Hulu dengan logat yang kental (ba-ilun). Dialek Banjar Kuala yang asli misalnya yang dibicarakan di kawasan Kuin, Sungai Jingah, Banua Anyar dan sebagainya di sekitar kota Banjarmasin yang merupakan kawasan awal dijadikan bertambah sempurnanya kesultanan Banjar.

Bahasa Banjar yang dibicarakan di Banjarmasin dengan penduduknya yang heterogen berbeda dengan Bahasa Banjar yang dibicarakan di Hulu Sungai dengan penduduknya yang lebih kurang homogen. Perbedaan pada umumnya terletak pada intonasi, tekanan, tinggi-rendah dan sebagian kosa kata. Di Banjarmasin, intonasi terbagi tiga karakter: [41]

  1. Di kawasan barat kecamatan Banjarmasin Utara yaitu kawasan sepanjang tepian sungai Barito, tidak jauh Pasar Terapung, tepatnya di perkampungan Alalak (dahulu Alalak Besar), penduduk asli di sana menuturkan kata, frasa, kalimat bertambah cepat, keras dan tinggi.
  2. Di sepanjang sungai Martapura (Banjarmasin hulu) yang termasuk dalam kawasan timur Kecamatan Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Tengah, terutama sekitar Kelurahan Seberang Mesjid, sekitar Kampung Melayu Darat serta di sekitar Kelurahan Sungai Jingah, warga asli di sana bercakap lebih kurang cepat, mengalun dan tinggi.
  3. Di pusat kota Banjarmasin di kecamatan Banjarmasin Tengah, khususnya remaja perkotaan di sana bercakap bercampur bahasa Indonesia dan gaya penuturannya tidak seperti penuturan di kawasan pinggiran.

Bahasa Banjar yang digunakan di Kalimantan Tengah cenderung memakai logat Dayak, sehingga keturunan Jawa yang benar di Kalteng (Tamiang Layang), bertambah menguasai bahasa Banjar berlogat Dayak (Maanyan) daripada bahasa Dayak itu sendiri yang sukar dipelajari.

Karena jabatannya sebagai lingua franca, pemakai bahasa Melayu Banjar bertambah jumlah daripada jumlah suku Banjar itu sendiri. Pemakaian bahasa Melayu Banjar dalam dialog dan pergaulan sehari-hari di kawasan ini bertambah dominan dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Berbagai suku di Kalimantan Selatan dan sekitarnya berupaya menguasai bahasa Banjar, sehingga bisa pula kita jumpai bahasa Banjar yang diucapkan dengan logat Jawa atau Madura yang sedang terasa kental seperti yang kita jumpai di kota Banjarmasin.

Kosa kata

Kosa kata dialek Banjar Hulu tidak semuanya benar pada semua subdialek bahasa Banjar, tetapi jelas tidak akan ditemukan dalam dialek Banjar Kuala, ataupun sebaliknya kosa kata seperti unda (aku), dongkah (sobek besar), atung (taat) dan sebagainya dalam dialek Banjar Kuala tidak akan ditemukan pada dialek Banjar Hulu. Diamati dari kosa kata, sama berat dalam hal jumlah maupun variasi subdialeknya, tampaklah dialek Banjar Hulu jauh bertambah jumlah dan kompleks. Misalnya selang subdialek satu dengan subdialek lainnya seperti Alabio, Kalua, Amuntai dan lain-lain jumlah berbeda kosa katanya, sehingga bisa terjadi kosa kata yang dipergunakan pada kawasan satu tidak jarang atau kurang biasa dipergunakan pada kawasan lainnya. Tetapi dibandingkan dengan dialek Banjar Kuala, subdialek Banjar Hulu ini bertambah berhampiran satu sama lain. Karena itu di dalam Kamus Banjar-Indonesia sering hanya dibedakan selang Banjar Kuala (BK) dan Banjar Hulu (BH). Dalam perkembangannya pergaulan dan pembauran selang kedua pemakai dialek tersebut kian intensif.[24]

Banjar Hulu[42]Banjar Kuala[43][44]Indonesiabaduharabakurinahdengan sengajabibitjumput/ambilambilbungas/langkarmulik/baik rupacantikcaramcalaptergenang cairancanggarkajungtegang/ereksiampahmaraarahbanyu hangatbanyu panascairan panashangkuinyaringnyaringhagangasanuntukgani’idanganitemanima-hurupma-nukarmem-belipadu/padangandapurdapurhingkatkawadapat/bisapawawadahtempathimpat/tawak/tukun/hantuphamputsambit (lempar)araihimungsenangtiringlihatmemandangtingaulihattolehbalalahbakunjangbepergianlingirtuangtuangtutitadih/hintaditadiba-ugahba-jauhmen-jauhmacalnakalnakalbalailanggarsuraututuicatukpukul dengan palukadaiwarungwarungkau’nyawakamudiakuundadiri sendiridi siadi sinidi sinibat-kuampun-kupunya-kuba-cakutba-kalahiberkelahiba-cakutba-pingkutberpegangan pada sesuatudianggaluhpanggilan anak perempuannini lakikaikakekutuhnanangpanggilan anak lelakiumamamaibupugaanyarbarusalukutbakarbakarkasalukutan/kamandahankagusangankebakarantajuaampihmandekacil lakiamangpaman

Perbedaan dalam pengucapan fonem:

Banjar HuluBanjar KualaIndonesiagamat/gimitgémét/gumutpelanmiringméréngmiringbingkingbéngkéngcantikbapandirbepéndérbercakapanggit-kuanggih-kupunya-kuhanyaranyarbaruhampatungampatungpatungintangpintangsekitarma-haritma-aritmenderitahakunhakonbersiaphalaralarsayapgusilgosélmerengekgibikgébékkibar/getargipakgépaksenggolkuda gipangkuda gépangtarian kuda-kudaangipihgépéhpipih

Contoh Dialek Banjar Hulu

  • Hagan apa hampiyan mahadang di sia, hidin hudah hampai di rumah hampian (Dialek Kandangan?)
  • Sagan apa sampiyan mahadang di sini, sidin sudah hingga di rumah sampiyan. (Banjar populer)
  • Inta intalu sa’igi, imbah itu ambilakan buah nang warna kakak laki-laki awan warna ijau sa’uting dua uting. Jangan ta’ambil nang igat (Dialek Amuntai?)
  • Minta hintalu sabigi, limbah itu ambilakan buah nang warna habang lawan warna hijau sabuting dua buting. Jangan ta’ambil nang rigat.(Banjar populer)

Distribusi vokal dan konsonan

Simbol fonetisEjaan BanjarJabatan awalJabatan tengahJabatan penghabisan[a]aabutba’ahtatamba[i]iisukgisikwani[u]uundangbuntutbalu[o]oojorlongorsoto[ɛ]ééndékkolérsété[au]awawaksawrangjagaw[ai]ayayanpayuwaday/wadai[ui]uyuyahkuitantutuy/tutui[p]ppayulapikkantup[b]bbaluabah-TIDAK ADA-[t]ttatakutakbuntut[d]ddukundadak-TIDAK ADA-[tʃ]ccikangbancir-TIDAK ADA-[dʒ]jjajakbujur-TIDAK ADA-[k]kkaluakurmitak[g]ggayungtagal-TIDAK ADA-[m]mmasinamasbanam[n]nninikanasalon[ŋ]ngngalihtangguhlading[ɲ]nynyanyahanyar-TIDAK ADA-[s]ssintakbasuhbatis[h]hharattuhagaduh[l]lluangtaluganal[r]rrasukwarikcagar[w]wwaluhawakjawaw[j]yyatouyahmucay

Dalam bahasa Banjar tidak benar F, Q, V karena F dan V masuk ke P, dan Q masuk ke K, dan Z masuk ke abjad S/J. [24]

Bahasa sastra dan wayang Banjar

Syair madihin memakai bahasa Banjar.[45] Dalam penulisan karya sastra Banjar maupun dalam kesenian Wayang Kulit Banjar sejak dulu sering digunakan secara khusus kosakata yang diserap dari bahasa Jawa, padahal kosakata tersebut tidak digunakan dalam bahasa Banjar sehari-hari, tetapi memang jumlah pula kosakata yang diserap dari bahasa Jawa yang sudah lazim dijadikan bahasa Banjar sehari-hari. Contoh kata-kata dalam penulisan karya sastra maupun wayang Banjar tersebut misalnya : karsa (kerso), gani (geni), danawa (denowo), ngumbi (ngombe), sadusu (sedhoso), sadulur (sedhulur) dan lain-lain.

Tingkatan bahasa

Bahasa Banjar juga mengenal tingkatan bahasa (Jawa: unggah-ungguh), tetapi hanya untuk kata tukar orang, yang tetap digunakan hingga sekarang. Zaman dulu sebelum dibubarkannya Kesultanan Banjar pada tahun 1860, bahasa Banjar juga mengenal sejenis bahasa halus yang dinamakan basa dalam (bahasa istana), yang merupakan pengaruh dari bahasa Jawa, disamping benar pula kosa kata yang diciptakan sebagai bahasa halus misalnya jarajak basar definisinya tiang, dalam bahasa Banjar normal dinamakan tihang. Basa dalam merupakan bahasa yang sudah punah, tetapi sesekali sedang digunakan dalam kesenian kawasan Banjar. Di dalam Hikayat Banjar, jumlah digunakan kata tukar diri manira (saya) dan pakanira (anda) yang merupakan varian bahasa Bagongan yang digunakan di Kesultanan Banten.

  • unda, sorang = aku ; nyawa = kamu → (agak kasar)
  • diri sendiri, diyaku = aku ; ikam, kawu = kamu → (netral, sepadan)
  • ulun = saya ; [sam]pian / [an]dika = Anda → (halus)

untuk kata tukar orang ke-3 (dia)

  • inya, iya, didia = dia → (netral, sepadan)
  • sidin = beliau → (halus)

Bahasa IndonesiaBahasa Banjar(normal)Basa dalam[46]istanarumahdalamdigelar/didirikandigalarjumenang[47]berlanjutbajalanlumampahdudukduduklinggih[47]makanmakandahar[47]minumnginumdahar banyudalam penglihatanpanglihatpatingalrambutrambutréma[47]gigigigiwaja[47]kepalakapalasérah[47]tangantanganastatubuhawaksalérakakibatiskaustubuhawakpamaustelingatalingakarnaperutparutpadaharandi mukadi mukadi ayunandi balikdi balakangpamungkurtempat tidurpaguringanpasarianbantalbantalkajang sirahsarungsarungsasantangbajubajurasukanikat kepala/tanjak/destarlaungbolangdipanggildikiawdikanipayudarasusupembayuntertawatatawakamujang[47]tersenyumtakarinyumgamuyutidurguringsaré[47]amarahpanyarikbendubersedih hatibasadih hatiba-sugulmanahbersedih hatibasadih hatigerahberharapmintamamundutmemakanmamakanma-anggimeninggalmatiséda[47]mandimandiséramtiangtihangjarajak basarmayatmayatlalayonbercakap-cakapbapandéranbakaprésmemandangmamandangmaningalibercakapba-ucapmangandikabuang cairanbahira/bakamihkatanyadendengdendengsalirapgulagulajanggatehtehduntétikartikarhamparansembahyangsumbahyangsalatbundaumaibuayahabahrama[47]

Bilangan

Berikut merupakan beberapa angka (bilangan) dalam Bahasa Banjar. Bilangan / angka dalam bahasa Banjar memiliki kemiripan dengan bilangan / angka dalam bahasa Jawa Kuno.

Bahasa BanjarBahasa Indonesiaasasatuduaduatalutigaampatempatlimalimaanamenampitutujuhwaludelapansangasembilansapuluhsepuluhsawalassebelaspitungwalastujuh belassalikurdua puluh satusalawidua puluh limatalungpuluhtiga puluhanampuluhenam puluhwalungpuluhdelapan puluhsangangpuluhsembilan puluhsaratusseratustangah dua ratusseratus lima puluhsaribuseribusajutasejuta

Aksara

Penulisan bahasa Banjar pada zaman dulu dalam aksara Arab Melayu (Jawi) misalnya;[48]

  • sastera sejarah/mitos seperti Hikayat Banjar
  • peraturan kerajaan seperti Undang-Undang Sultan Adam 1825.
  • perjanjian-perjanjian selang Kerajaan Banjar dengan bangsa lain.
  • kitab-kitab agama Islam[49]
  • karya sastera lainnya seperti Dundang[50], syair :
    • Syair Brahma Syahdan karya Gusti Ali Basyah Barabai
    • Syair Madi Kencana karya Gusti Ali Basyah Barabai
    • Syair Teja Dewa karya Anang Mayur Babirik
    • Syair Nagawati karya Anang Mayur Babirik
    • Syair Ranggandis karya Anang Ismail Kandangan
    • Syair Siti Zubaidah karya Anang Ismail Kandangan
    • Syair Tajul Muluk karya Kiai Mas Dipura Martapura
    • Syair Intan Permainan (anonim)
    • Syair Nur Muhammad karya Gusti Zainal Marabahan
    • Syair Ibarat karya Mufti Haji Abdurrahman Siddiq al-Banjari.[51]
    • Syair Burung Simbangan
    • Syair Burung Bayan dengan Burung Karuang

Hikayat Banjar

Hikayat Banjar pernah diamati dan diedit oleh Johannes Jacobus Ras, orang Belanda kelahiran Rotterdam tahun 1926 untuk disertasi doktoralnya di Universitas Leiden. Promotornya adalah Dr. A. Teeuw.

Sepenggal kisah dalam Hikayat Banjar:

Maka dicarinya Raden Samudera itu. Dapatnya, maka dilumpatkannya arah parahu talangkasan. Maka dibarinya jala kacil satu, baras sagantang, kuantan sabuah, dapur sabuah, parang sabuting, pisau sabuting, pangayuh sabuting, bakul sabuah, sanduk sabuting, pinggan sabuah, mangkuk sabuah, baju salambar, salawar salambar, kain salambar, tikar salambar. Kata Aria Taranggana: “Raden Samudera, tuan orang bawahan larikan dari sini karana tuan handak dibunuh hua tuan Pangeran Tumanggung. Tahu-tahu manyanyamarkan diri. Lamun tuan pagi baroleh manjala, mana orang kaya-kaya itu tuan bari, supaya itu kasih. Jangan tuan mangaku priayi, kalau tuan dibunuh orang, katahuan oleh kaum Pangeran Tumanggung. Jaka datang ka bandar Muara Bahan jangan tuan diam di situ, balalu hilir, diam pada orang manyungaian itu: atawa pada orang Sarapat, atawa pada orang Balandean, atawa pada orang Banjarmasih, atawa pada orang Kuwin. Karana itu hampir laut maka tiada pati saba ka sana kaum Pangeran Tumanggung dan Pangeran Mangkubumi, kaum Pangeran Bagalung. Jaka benar tuan dangar beliau itu ka sana tuan barsambunyi, kalau tuan katahuannya. Dipadahkannya itu arah Pangeran Tumanggung lamun orang yang kurang sedikit itu malihat tuan itu, karana sagala orang yang hampir itu kenal akan tuan itu. Tuan orang bawahan suruh lari jauh-jauh itu”. Maka kata Raden Samudera: “Baiklah, diri sendiri manarimakasih sida itu. Kalau diri sendiri panjang hayat kubalas jua kasih sida itu.” Maka Raden Samudera itu dihanyutkannya di parahu kacil oleh Aria Taranggana itu, sarta cairan waktu itu baharu bunga baah. Maka Raden Samudera itu bakayuh tarcaluk-caluk. Bahalang-halang barbujur parahu itu, karana balum kenal bakayuh.

—J.J. Ras, Hikajat Bandjar: A Study in Malay Historiography.

Pengaruh bahasa Jawa

Bahasa Banjar mengambil kosa kata serapan dari bahasa Jawa seperti banyu (bahasa Jawa Baru), diduga dulu yang digunakan kosa kata ayying (bahasa Bukit).

Bahasa BanjarBahasa JawaDefinisihanyaranyarbarukunokunolamahabangkakak laki-lakimerahhirangirenghitamhalarlarsayaphalatlatpisahbanyubanyucairansampiyan (pian)sampeyanAndaandika (dika)andikokamu (halus)picakpicekbutasugihsugihkayalicaklicekbecekbaksabeksantarikiwakiwokiririgatregedkotorkadutkadutkantong uangpadaringanpendaringantempat berasdalamdalemrumah bangsawaniwakiwakikanawakawakbadanba-lampahnglampahibertapaba-isuk-anisuk-isukpagi-pagiulunulundiri sendiri (halus), (aku untuk Dewa, Jawa)jukungjukungsampankalirkelirwarnatapihtapehsarung, jarikladingladingpisaurekenrekenhitungilatilatlidahgulugululeherkilankilanjengkalkawai, ma-ngawaingawe-aweme-lambaingaranngarannamapupurpupurbedakparakperektidak jauhwayahwayahsaatuyahuyahgaramparingpringbambugawigawekerjapalirpelipenislawanglawangpintukalikirklekergundu, kelerengganganjangansayuran berkuahapamapemnama sejenis konsumsikancingkancingmenutup pintumencelengmenthelengmelototkarapkerepsering, kerapkalisarikserikmarah/gusarsangitsengitmarah/gusarpakanpekenpasar mingguaninggihinggihiya (halus)waniwaniberaniwasiwesibesiwajawojobajadugalndugalnakalbungahbungahbanggagandakgendakpacar, selingkuhankandalkandelteballanggarlanggarsuraugawiljawilcolekwahinwahingbersinpanambahanpanembahanraja, yang disembah/dijunjunglaranglarangmahalanumenommudasepuhsepuhtuabangsulwangsuldatang, tibamandakmandhegmandekmargamergosebab, karenapayupayulakuujanudanhujanhibakkebakpenuhgumbiligembiliubi singkonglamunlamunkalautatambatomboobatmara, ba-maramoromaju, menuju muaralawanlawandenganmalingmalingpencurijarijiderijijaritakuntakontanyatalutelutigapitupitutujuhwaluwoludelapanuntalnguntalmakan (makan tanpa dimamah, Banjar)pagatpegatputus (putusnya tali pernikahan, Jawa)paray(a)prei-ilibur, tidak sah (Belanda?)dampardampar kenconobangku kecil,(singasana, Jawa)burit, buritanmburibelakang, (pantat, Banjar)pajahpejahmati (mati lampu, Banjar)tataktetakpotong (khitan, Jawa)pa-pada-anpodo-podosama, sesamacandicandicandi

Varian bahasa Melayik Borneo Timur

Bahasa Banjar termasuk dalam varian bahasa Melayik Borneo bidang Timur.[52] Berikut ini adalah tabel perbandingan bahasa Banjar dengan varian bahasa-bahasa Melayik Borneo bidang Timur.

Bahasa MelayuBahasa BerauBahasa Banjar/BukitBahasa KutaiBahasa Kedayan/BruneiBahasa Kutai Danaukamu-ikam (Bukit: kauw)awa’kauw[53]kauw [54])mereka/dia-sidin (Bukit: sida)sidabisdia-rasa menderitamaristamaristameristamarista-sebuahsabutingsabutingsebutingsabuting[55]-kerabatbubuhanbubuhanbubuhanpaadian-cairancairanbanyu (Bukit: ayying[35])aeraying[56]ranamrakitlantinglantinglantinglanting-keringkarringkaringkerengkaing-antarataratarhantarantat-lamakunokunokunobatahkunonantikandiakainakendiakandila-celanasaluarsalawarseluarseluarslawartemandang’ngankawalkawalkawaldangan-karattaggartagartagartagar-kakibattisbatisbetisbatisbetispotongtattaktataktetaktatak-dulu kalabaharibaharibeharibahari-petangkalamiankamariankemeriankalamari-pagisambatba’isukanhambatsambathambetbabibayibabi-baiebeiitadintayihintadi-antaiee-anjingkukukkuyukkoyo’kuyukkoyo’ekorikkungbuntut (Bukit: ikung)-ikung-begitudamitudamintumintudami atu-lalatlangwabiranga-langau-nyamukrang’ngitrangit (= nyamuk kecil)-rangit-oranguranguranguranguangurangadab mengarah sekslanji[57]lanjilanjilanji-beritahu/padah[58]-padahpadahpadah-padam-pajah-pajah[59]-

Perbandingan bahasa Banjar dengan varian bahasa Melayik Borneo Barat

Kalimantan Barat (Borneo Barat) dianggap sebagai kawasan asal bahasa Melayu.[60]Berikut ini adalah tabel perbandingan bahasa Banjar dengan varian bahasa-bahasa Melayik Borneo bidang Barat.

Bahasa MelayuBahasa Banjar/BukitBahasa KayongBahasa KanayatnBahasa AheBahasa Sambasperutparut-parutparrutkakibatis-batisbattiskeningkaning-kanikanni[61]kepalakapala-kapala-bersihbarasihbersih-barasih-diri sendiridiri sendiridiri sendiridiri sendiri-mereka/diaia/inya/sidin (Bukit: sida)sidabeliau-kamuikam/kauwika'[62]kao-sebuahsabutingsebuti'[63]-kerabatbubuhanbubohan[64]-cairanbanyu (Bukit: ayying)ai’-rakitlantinglantinglantin-karattagartagar-taggardulu kalabaharibahari-seekorsa’ikungseko’-adindaading-

Kata serapan dari bahasa Eropa

Kata serapan dari bahasa Belanda (Banjar: bahasa Walanda) selang lain:

Bahasa BelandaBahasa BanjarZwakSuwakKapiteinKapitanAlamanaakAlmanakAutoOtoStraatSatratGemeenteHamintaGouverneurHobnor

Kata serapan dari bahasa Portugal (Banjar: bahasa Paranggi) selang lain:

Bahasa PortugisBahasa BanjarBandeiraBandiraCapitaoKapitanArmarioLamariBolaBulaCamisaKamijaDadoDaduKursiKursiGarfoGarpuIgrejaGarejaLimaoLimauMenteigaMantigaDomingoAhadPadrePadri (dalam Hikayat Banjar)JanelaJandilaEscolaSakulahSabadoSaptuSabaoSabunSapatoSapatu

Lihat pula

  • Suku Banjar

Rujukan

Tautan luar

  • (Indonesia) TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA KE BAHASA BANJAR
  • (Melayu) Bahasa Pergeseran dari Banjar di Sungai Manik, Perak
  • (Banjar) Puisi Busu Iwan
  • (Banjar) BANJAR … OH ……. ….. BANJARKU
  • (Melayu) Pusaka Warisan Banjar di Malaysia
  • (Melayu) Kawitan Marista ]
  • (Inggris) Languages of Kalimantan: Reference
  • (Indonesia) Kadap Panjanak (Kisah bahasa Banjar – Pakacil Banjarbaru)
  • (Indonesia) Samarinda Dialect
  • (Indonesia) Kamus bahasa Banjar
  • (Indonesia) Kisah dalam Bahasa Banjar: Nanang Klelepon dalam www.radarbanjarmasin.co.id
  • (Indonesia) Kisah dalam Bahasa Banjar: Bujur – bujur dalam www.sapos.co.id
  • (Banjar) PERANAN RUANGAN AYUHA BAPANDIRAN (AB) DALAM MEMERTABATKAN BAHASA BANJAR
  • (Indonesia) Siapa Bilang Suku Banjar Tak Mampu Sebut O, Itu Buhung !
  • (Indonesia) Partikel Lah dalam Bahasa Banjar
  • (Indonesia) PEMERTAHANAN BAHASA BANJAR OLEH MASYARAKAT BANJAR DI TULUNGAGUNG
  • (Indonesia) Mari Mengenal dan Bercakap Banjar (I)
  • (Indonesia) Mari Mengenal dan Bercakap Banjar (II)
  • (Indonesia) Kelola Bahasa Banjar – Arsyad Indradi
  • (Indonesia) Ma-alabio
  • (Indonesia) Kamus Bahasa Banjar untuk Blackberry
  • (Indonesia) KAMUS BAHASA BANJAR
  • (Indonesia) Sintaksis-Bahasa-Banjar
  • (Indonesia) Kamus Bahasa Banjar Kuala
  • (Melayu) Bahasa Banjar
  • (Inggris) Language Shift of Banjarese in Sungai Manik, Perak
  • (Banjar) Babasa Palanit (Versi Bahasa Banjar)
  • (Melayu) Bahasa Banjar
  • (Indonesia) SELAMATKAN BAHASA LELUHUR KITA
  • (Indonesia) http://saraamijaya.blogspot.com/2012/06/bahasa-banjar-kekayaan-indonesia-jua.html
  • (Indonesia) http://bahasabanjar.net/kamus/tata-bahasa-banjar.html

edunitas.com

Top 11 nama bahasa daerah banjar menjelaskan Noi That Moi

Daftar Bahasa Daerah yang Ada di Kalimantan Timur

  • Penulis: adjar.grid.id
  • Tanggal Terbit: 07/15/2022
  • Ulasan: 4.89 (660 vote)
  • Ringkasan: Penutur Bahasa Banjar sangat banyak di Kalimantan Timur karena Suku Banjar dari Kalimantan Selatan melakukan perantauan sejak masa kolonial …

About: Bahasa Banjar

  • Penulis: id.dbpedia.org
  • Tanggal Terbit: 01/28/2022
  • Ulasan: 4.63 (288 vote)
  • Ringkasan: Bahasa Banjar adalah sebuah bahasa Austronesia yang dipertuturkan oleh suku Banjar di Kalimantan Selatan, Indonesia, sebagai bahasa ibu. Bahasa Banjar termasuk …

Ragam Bahasa Daerah di Riau, Tak Hanya Melayu

  • Penulis: detik.com
  • Tanggal Terbit: 05/10/2022
  • Ulasan: 4.24 (223 vote)
  • Ringkasan: Bahasa banjar dituturkan di 10 daerah di Provinsi Riau yaitu Desa Pekan Kamis, Kecamatan Tembilahan Hulu, Desa Simpang Gaung, …

Perpustakaan Pdt. Dr. Fridolin Ukur

  • Penulis: opac.stt-gke.ac.id
  • Tanggal Terbit: 01/23/2022
  • Ulasan: 4.12 (529 vote)
  • Ringkasan: Hapip, Abdul Djebar – Nama Orang … Subjek. Bahasa · Kamus Bahasa Banjar-Indonesia · Kamus Bahasa Daerah. Info Detail Spesifik. -. Pernyataan Tanggungjawab.

Kosakata Banjar (1) | Nama-nama Hari – Kompasiana.com

  • Penulis: kompasiana.com
  • Tanggal Terbit: 12/21/2021
  • Ulasan: 3.96 (250 vote)
  • Ringkasan: Bahasa ibu Urang Banjar adalah bahasa Banjar, itu juga yang sampai sekarang masih dipakai oleh para diasporanya, walaupun di daerah yang …

Suku Banjar – Sejarah, Ciri Khas, Pakaian, Rumah Adat, Bahasa

  • Penulis: goodminds.id
  • Tanggal Terbit: 09/24/2022
  • Ulasan: 3.59 (391 vote)
  • Ringkasan: Etnis Banjar memiliki bahasa tradisional yang dikenal dengan nama bahasa Banjar. Penggunaan bahasa Banjar sudah mulai dikembangkan sejak zaman …

Baru Ada Empat Kamus Bahasa Daerah, Bahasa Berangas di Ambang Punah

  • Penulis: jejakrekam.com
  • Tanggal Terbit: 07/05/2022
  • Ulasan: 3.47 (338 vote)
  • Ringkasan: PENUTUR bahasa terbesar di Kalimantan Selatan adalah Bahasa Banjar. Di samping itu, ada pula komunitas penutur Bahasa Dayak Bakumpai, …
  • Hasil pencarian yang cocok: “Tapi ini memakan waktu yang lebih lama karena satu waktu dua kerja. Tentunya, masih banyak tugas yang harus dilakukan terkait penyusunan kamus. Selain masih perlu diterbitkan kamus-kamus baru. Kamus bahasa daerah yang ada pun sangat perlu revisi …

6 Ragam Pakaian Adat Banjar dan Atributnya

  • Penulis: orami.co.id
  • Tanggal Terbit: 06/30/2022
  • Ulasan: 3.39 (418 vote)
  • Ringkasan: Suku Banjar merupakan salah satu etnis asli Kalimantan, tepatnya Kalimantan Selatan. Selain memiliki adat istiadat dan bahasa yang unik, …

5 Kosakata Nama Panggilan untuk Keluarga dalam Bahasa Banjar, Mudah!

  • Penulis: idntimes.com
  • Tanggal Terbit: 05/01/2022
  • Ulasan: 3.05 (346 vote)
  • Ringkasan: Nama bahasa daerah orang banjar disebut dengan Bahasa Banjar. Untuk seseorang yang asli orang Banjar, bahasa daerah digunakan dalam …

Kamus Bahasa Banjar Pelestari Bahasa Ibu

  • Penulis: kbk.news
  • Tanggal Terbit: 09/16/2022
  • Ulasan: 2.81 (124 vote)
  • Ringkasan: Untuk itu kedepan sangat diharapkan adanya langkah nyata dalam memelihara agar Bahasa Banjar tetap menjadi tuan rumah di daerah sendiri dan Bahasa Indonesia …
  • Hasil pencarian yang cocok: obah – ubah obat – obat obeng – obeng obor- obor odor – uzur,tua,lemah ogor – taruhan ojor – odor oko – baoko olah – olah,buat oleh-koleh omeh – cerewet oncom – oncom onde,onde-onde -(kue)onde-onde ongkoh – engkoh,tauke ongkos – ongkos onta – onta …

Kamus Translate Bahasa Banjar Online

Kamus Translate Bahasa Banjar Online
  • Penulis: jatikom.com
  • Tanggal Terbit: 09/19/2022
  • Ulasan: 2.86 (93 vote)
  • Ringkasan: Bahasa yang mereka kembangkan dinamakan bahasa Banjar, yang pada asasnya adalah bahasa Melayu-sama halnya ketika berada di daerah asalnya di …
  • Hasil pencarian yang cocok: Kamus Translate Bahasa Banjar Online -Setelah berlalu masa yang lama sekali, akhirnya bercampur dengan penduduk yang lebih asli, biasa dinamakan sebagai suku Dayak, dan dengan imigran-imigran yang berdatangan terbentuklah setidak-tidaknya tiga …

Sumber: https://noithatmoi.org
Kategori: Tips