[Easy] 10+ apakah melihat aurat wanita membatalkan wudhu dengan Mudah

Pada artikel ini kami akan menjelaskan apakah melihat aurat wanita membatalkan wudhu Kalau kamu juga tertarik, pada artikel ini Nha Xinh akan menjelaskan tutorialnya untuk kamu.

Video apakah melihat aurat wanita membatalkan wudhu

Berikut adalah 5 hal yang membatalkan wudhu berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Kencing, buang air besar, dan kentut

Dalil bahwa kencing dan buang air besar merupakan pembatal wudhu dapat dilihat pada firman Allah Ta’ala,

أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ

“Atau kembali dari tempat buang air (kakus).”[1] Yang dimaksud dengan al ghoith dalam ayat ini secara bahasa bermakna tanah yang rendah yang luas.[2] Al ghoith juga adalah kata kiasan (majaz) untuk tempat buang air (kakus) dan lebih sering digunakan untuk makna majaz ini.[3]

Para ulama sepakat bahwa wudhu menjadi batal jika keluar kencing dan buang air besar dari jalan depan atau pun belakang.[4]

Sedangkan dalil bahwa kentut (baik dengan bersuara atau pun tidak) membatalkan wudhu adalah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ » . قَالَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ مَا الْحَدَثُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ فُسَاءٌ أَوْ ضُرَاطٌ

“Shalat seseorang yang berhadats tidak akan diterima sampai ia berwudhu.” Lalu ada orang dari Hadhromaut mengatakan, “Apa yang dimaksud hadats, wahai Abu Hurairah?” Abu Hurairah pun menjawab,

فُسَاءٌ أَوْ ضُرَاطٌ

“Di antaranya adalah kentut tanpa suara atau kentut dengan suara.”[5] Para ulama pun sepakat bahwa kentut termasuk pembatal wudhu.[6]

Keluarnya mani, wadi, dan madzi

Apa yang dimaksud mani, wadi dan madzi?

Wadi adalah sesuatu yang keluar sesudah kencing pada umumnya, berwarna putih, tebal mirip mani, namun berbeda kekeruhannya dengan mani. Wadi tidak memiliki bau yang khas.

Sedangkan madzi adalah cairan berwarna putih, tipis, lengket, keluar ketika bercumbu rayu atau ketika membayangkan jima’ (bersetubuh) atau ketika berkeinginan untuk jima’. Madzi tidak menyebabkan lemas dan terkadang keluar tanpa terasa yaitu keluar ketika muqoddimah syahwat. Laki-laki dan perempuan sama-sama bisa memiliki madzi.[7]

Madzi dan wadi najis. Sedangkan mani -menurut pendapat yang lebih kuat- termasuk zat yang suci. Cara mensucikan pakaian yang terkena madzi dan wadi adalah dengan cara diperciki. Sedangkan mani cukup dengan dikerik.

Jika keluar mani, maka seseorang diwajibkan untuk mandi. Mani bisa membatalkan wudhu berdasarkan kesepakatan para ulama dan segala sesuatu yang menyebabkan mandi termasuk pembatal wudhu.[8]

Madzi bisa membatalkan wudhu berdasarkan hadits tentang cerita ‘Ali bin Abi Tholib. ‘Ali mengatakan,

كُنْتُ رَجُلاً مَذَّاءً وَكُنْتُ أَسْتَحْيِى أَنْ أَسْأَلَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لِمَكَانِ ابْنَتِهِ فَأَمَرْتُ الْمِقْدَادَ بْنَ الأَسْوَدِ فَسَأَلَهُ فَقَالَ « يَغْسِلُ ذَكَرَهُ وَيَتَوَضَّأُ ».

“Aku termausk orang yang sering keluar madzi. Namun aku malu menanyakan hal ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallm dikarenakan kedudukan anaknya (Fatimah) di sisiku. Lalu aku pun memerintahkan pada Al Miqdad bin Al Aswad untuk bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau memberikan jawaban pada Al Miqdad, “Cucilah kemaluannya kemudian suruh ia berwudhu”.”[9]

Sedangkan wadi semisal dengan madzi sehingga perlakuannya sama dengan madzi.

Ibnu ‘Abbas mengatakan,

الْمَنِىُّ وَالْمَذْىُ وَالْوَدْىُ ، أَمَّا الْمَنِىُّ فَهُوَ الَّذِى مِنْهُ الْغُسْلُ ، وَأَمَّا الْوَدْىُ وَالْمَذْىُ فَقَالَ : اغْسِلْ ذَكَرَكَ أَوْ مَذَاكِيرَكَ وَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ.

“Mengenai mani, madzi dan wadi; adapun mani, maka diharuskan untuk mandi. Sedangkan wadi dan madzi, Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Cucilah kemaluanmu, lantas berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat.”[10]

Tidur Lelap (Dalam Keadaan Tidak Sadar)

Tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur lelap yang tidak lagi dalam keadaan sadar. Maksudnya, ia tidak lagi mendengar suara, atau tidak merasakan lagi sesuatu jatuh dari tangannya, atau tidak merasakan air liur yang menetes. Tidur seperti inilah yang membatalkan wudhu, baik tidurnya dalam keadaan berdiri, berbaring, ruku’ atau sujud. Karena tidur semacam ini yang dianggap mazhonnatu lil hadats, yaitu kemungkinan muncul hadats.

Sedangkan tidur yang hanya sesaat yang dalam keadaan kantuk, masih sadar dan masih merasakan merasakan apa-apa, maka tidur semacam ini tidak membatalkan wudhu. Inilah pendapat yang bisa menggabungkan dalil-dalil yang ada.

Di antara dalil hal ini adalah hadits dari Anas bin Malik,

أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ وَالنَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- يُنَاجِى رَجُلاً فَلَمْ يَزَلْ يُنَاجِيهِ حَتَّى نَامَ أَصْحَابُهُ ثُمَّ جَاءَ فَصَلَّى بِهِمْ.

“Ketika shalat hendak ditegakkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbisik-bisik dengan seseorang. Beliau terus berbisik-bisik dengannya hingga para sahabat tertidur. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun datang dan shalat bersama mereka.”[11]

Qotadah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Anas berkata,

كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَنَامُونَ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلاَ يَتَوَضَّئُونَ قَالَ قُلْتُ سَمِعْتَهُ مِنْ أَنَسٍ قَالَ إِى وَاللَّهِ.

“Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ketiduran kemudian mereka pun melakukan shalat, tanpa berwudhu lagi.” Ada yang mengatakan, “Benarkah engkau mendengar hal ini dari Anas?” Qotadah, “Iya betul. Demi Allah.”[12]

Hilangnya akal karena mabuk, pingsan dan gila

Ini berdasarkan ijma’ (kesepakatan para ulama). Hilang kesadaran pada kondisi semacam ini tentu lebih parah dari tidur.[13]

Memakan daging unta

Dalilnya adalah hadist dari Jabir bin Samuroh,

أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَأَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الْغَنَمِ قَالَ « إِنْ شِئْتَ فَتَوَضَّأْ وَإِنْ شِئْتَ فَلاَ تَوَضَّأْ ». قَالَ أَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ قَالَ « نَعَمْ فَتَوَضَّأْ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ ».

“Ada seseorang yang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah aku mesti berwudhu setelah memakan daging kambing?” Beliau bersabda, “Jika engkau mau, berwudhulah. Namun jika enggan, maka tidak mengapa engkau tidak berwudhu.” Orang tadi bertanya lagi, “ Apakah seseorang mesti berwudhu setelah memakan daging unta?” Beliau bersabda, “Iya, engkau harus berwudhu setelah memakan daging unta.”[14]

Demikian pembahasan mengenai pembatal wudhu. Sebagian lainnya adalah pembatal wudhu yang masih diperselisihkan di antara para ulama. Insya Allah sebagian lainnya yang dianggap sebagai pembatal wudhu akan kami kupas dalam artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Panduan Praktis Tata Cara Wudhu

Catatan Kaki:

[1] QS. Al Maidah: 6

[2] Lihat Al Mu’jam Al Wasith, 2/244, Asy Syamilah

[3] Lihat Al Mugni, Ibnu Qudamah, Al Maqdisi, 1/195, Darul Fikri, Beirut.

[4] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, Abu Malik Kamal bin As Sayid Salim, 1/127, Al Maktabah At Taufiqiyah.

[5] HR. Bukhari no. 135.

[6] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/128.

[7] Lihat Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’, 5/383, pertanyaan kedua dari fatwa no.4262, Mawqi’ Al Ifta’.

[8] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/128.

[9] HR. Bukhari no. 269 dan Muslim no. 303.

[10] HR. Al Baihaqi no. 771. Syaikh Abu Malik -penulis Shahih Fiqh Sunnah- mengatakan bahwa sanad riwayat ini shahih.

[11] HR. Muslim no. 376.

[12] HR. Muslim no. 376.

[13] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/133.

[14] HR. Muslim no. 360.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel: Muslim.or.id

🔍 Hukum Meninggalkan Solat, Cara Sholat Yang Khusuk Dan Benar, Arti Tawassul, Doa Buka Puasa Yang Shahih Menurut Rasulullah

Top 11 apakah melihat aurat wanita membatalkan wudhu menjelaskan Noi That Moi

13 Hal yang Membatalkan Wudu, Salah Satunya Tertawa Terbahak-bahak, Apalagi?

  • Penulis: orami.co.id
  • Tanggal Terbit: 07/02/2022
  • Ulasan: 4.9 (842 vote)
  • Ringkasan: Artinya: “Kenapa gerangan wanita yang haid mengqada puasa dan tidak mengqada salat?” Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah …

Apakah Wudhu Seseorang Batal Saat Melihat Aurat Wanita? Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

  • Penulis: portalsulut.pikiran-rakyat.com
  • Tanggal Terbit: 12/23/2021
  • Ulasan: 4.69 (463 vote)
  • Ringkasan: Simak penjelasan Ustadz Abdul Somad atau UAS terkait apakah batal wudhu seseorang jika melihat aurat wanita.

Batalkah Wudhu atau Shalat Kita Ketika Melihat Kemaksiatan

  • Penulis: konsultasisyariah.com
  • Tanggal Terbit: 12/09/2021
  • Ulasan: 4.55 (538 vote)
  • Ringkasan: Jika setelah berwudlu melihat orang berjudi, apakah wudlu itu menjadi batal? dan apakah sholat yang dikerjakan sah?

Apa Saja yang Membatalkan Wudhu?

  • Penulis: detik.com
  • Tanggal Terbit: 01/30/2022
  • Ulasan: 4.12 (258 vote)
  • Ringkasan: Wudhu disebut dalam hadits sebagai syarat sah salat. Sudah sepatutnya, muslim dapat menjaga dan menghindari diri dari hal yang membatalkan …
  • Hasil pencarian yang cocok: “Saat sedang berpergian, Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk melepaskan khuff (sepatu) kami selama tiga hari tiga malam kecuali karena junub, (dan dibolehkan untuk tetap memakainya) karena buang air besar, buang air kecil, dan tidur,” (HR Ahmad, …

Tidak sengaja melihat aurat wanita apakah membatalkan wudhu?

  • Penulis: apayangkamu.com
  • Tanggal Terbit: 09/09/2022
  • Ulasan: 3.8 (303 vote)
  • Ringkasan: Hukum melihat Aurat Wanita secara tidak disengaja jelas berbeda dengan kesengajaan. Hal itu dibahas Ustaz Ahmad Sarwat. INILAHKORAN, Bandung- Tak …

Ketika kita seudah berwudhu. Dan kita melihat aurat anak kecil yang

  • Penulis: umma.id
  • Tanggal Terbit: 07/16/2022
  • Ulasan: 3.73 (366 vote)
  • Ringkasan: Ketika kita seudah berwudhu. Dan kita melihat aurat anak kecil yang jmjrnya sekitar 5 tahunan.. Apakah wudhu kita batal?

Batalkah Wudhu Jika Melihat Aurat Lawan Jenis?

  • Penulis: viva.co.id
  • Tanggal Terbit: 02/17/2022
  • Ulasan: 3.4 (500 vote)
  • Ringkasan: Tata cara berwudhu sudah diterangkan Allah dalam surat Almaidah ayat 6 yang berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman. Apabila kamu hendak …

CATAT! Melihat Aurat Wanita Bisa Membatalkan Wudhu Jika Sampai Begini kata Ustadz Abdul Somad

  • Penulis: cilegon.pikiran-rakyat.com
  • Tanggal Terbit: 07/14/2022
  • Ulasan: 3.31 (556 vote)
  • Ringkasan: Ustadz abdul somad menyebut bahwa wudhu seorang mukmin bisa batal jika melihat aurat wanita jika sampai keluar madzi.

Ini Hal yang Membatalkan Wudhu

  • Penulis: mediaindonesia.com
  • Tanggal Terbit: 02/14/2022
  • Ulasan: 3.13 (437 vote)
  • Ringkasan: Lalu, apakah makan membatalkan wudhu? Meskipun tak memiliki dalil yang kuat, memakan daging unta setelah berwudhu adalah hal yang dapat …

Batalkah Jika Wudhu Dalam Kondisi Telanjang?

  • Penulis: tribunnews.com
  • Tanggal Terbit: 10/20/2022
  • Ulasan: 2.84 (184 vote)
  • Ringkasan: Batalkah air wudhu jika setelah ambil air wudhu kita … termasuk yang membatalkan wudhu, sehingga tidak ada masalah dengan aurat terbuka.

Tanya Kiai: Hukum Wudhu tanpa Pakaian? – Berita – Kesan.id

  • Penulis: kesan.id
  • Tanggal Terbit: 08/23/2022
  • Ulasan: 2.8 (104 vote)
  • Ringkasan: Wudhu tetap sah dan tidak batal dengan terbukanya aurat meskipun dengan telanjang bulat. Melihat aurat juga tidak termasuk yang membatalkan …
  • Hasil pencarian yang cocok: Ketua Dewan Fatwa Darul Ifta di Mesir, Syeikh Uwaidhah Utsman, memberi fatwa bahwa wudhu tetap sah jika dilakukan dalam keadaan membuka aurat. Hal ini senada dengan fatwa dari sejumlah ulama atau berbagai lembaga fatwa di beberapa negara, seperti …

Sumber: https://noithatmoi.org
Kategori: Tips